Rabu, Desember 16, 2009

Saeco Entry SE 200 Silver


Satu lagi Saeco meluncurkan produk terbarunya dikelas professional, SAECO ENTRY SE 200 SILVER. Dengan boiler berkapasitas 13 liter dan berat 55 kg serta listrik 5000 watt yang diusungnya sudah memberikan signal bahwa mesin ini mempunyai kekuatan yang hampir sama dengan tipe mesin professional AROMA, seniornya yang sudah dikenal dipasaran mesin kopi dunia.

Berikut spesifikasi mesin SAECO ENTRY SE 200 SILVER :

- 2 Groups

- Tombol pembuat kopinya otomatis (Electronic Brewing), berarti cukup tekan sekali maka dia

akan mati sendiri sesuai settingan waktu diawalnya.

- 5 pilihan menu untuk setiap groupnya

- 1 buah Steam Wand

- 1 buah Hot Water Wand

- Kapasitas Boiler 13 liter

- Dimensi 625 mm x 530 mm x 510 mm

- Berat 55 kg

- Maksimum Power 5000 watt

- Reduce Power 3500 watt

- Material Boiler, Casing Stainless Stell

- Voltase 230-240/400-415 V 3N

- Harga yang ditawarkan Rp. 49 juta

Khusus untuk pendatang baru ini SAECO menawarkan harga tersebut diatas sudah dengan Grinder kapasitas 1 kg.

Senin, Desember 07, 2009

ROASTING


Di berbagai tempat didunia yang jauh dari di tempat asalnya, kopi mentah /kopi hijau dicampur dulu kemudian dipanggang atau dipanggang dulu baru kemudian dicampurkan . Roasting adalah proses pemanggangan biji kopi menjadi warna gelap, coklat atau kehitaman, dikarenakan pembakaran dari gula dan pembentukan beberapa zat pigmen sehingga menjadi warna tersebut diatas. Setelah di roasting maka kopi siap untuk digiling dan dimasukan kedalam mesin. Oleh karena itu roasting berarti memanaskan biji kopi dengan temperature sekitar 200°-240° C dengan teknik dan proses yang hati-hati untuk tidak sampai terlalu gosong/terbakar dan sebaliknya juga jangan terlalu premature dalam proses meroastingnya.


Perbedaan budaya dan kebiasaan minum kopi memberikan pengaruh dalam memilih tipe meroasting kopi mentah.
Light Roast (kayu manis) : Hasil roasting ini akan menghasilkan rasa kopi yang tidak terlalu kental alias ringan dan dengan aroma buah dan bunga yang segar. Hasil dari tipe roasting ini adalah biji kopi tersebut berwarna coklat muda dan kering.



Medium Roast atau Amerika Style Roast : Roasting tipe ini akan menghasilkan rasa kopi yang sedang dan tidak terlalu strong dan dengan body (tingkat keasaman)yang ringan, kaya dengan aroma harum dan nikmat sewaktu diminum.
Double Roast (Continental) : Roasting tipe ini menghasilkan rasa kopi yang strong dan bitter (pahit). Hasil pembakaran dari jenis kopi ini berwarna gelap dan berminyak dibagian permukaan nya.


Italian Roast (Espresso) : Rasa kopi dari hasil roastingan ini sangat strong dan lebih pahit, dengan tingkat keasaman yang tidak terlalu. FOPI yang diroasting tipe ini sangat susah untuk dibawa karena banyak resiko rusak atau bijinya pecah. Tapi pembakaran untuk tipe ini bagi para Coffee Lovers memberikan kepuasan Organoleptic. Kopi hasil roasting Espresso ini mempunyai warna yang khas, bercahaya dan cocok untuk proses penggilingan yang halus.



Full Roast : Proses pemanggangan dengan tingkat derajat yang tinggi dan waktu yang lebih lama. Hasil kopi tipe roast seperti ini mirip dengan Italian Roast tetapi sedikit lebih gosong lagi.

A LITTLE BIT OF COFFEE BEAN

Agar mendapatkan biji kopi yang terbaik, pertama-tama yang dibutuhkan adalah tanah yang subur dengan kandungan nitrogen, kalium dan humus. Serta cukup terkena sinar matahari dan ditanam di atas tanah yang berlekuk-lekuk dan hal yang tidak kalah pentingnya adalah curah hujan yang cukup untuk berkembangnya tanaman kopi.

Dengan keharuman bunga dan bijinya (karena bentuknya orang sering menyebutnya cherry) didapat dari tanaman yang kuat dan sehat. Awalnya hijau, kemudian berubah menjadi merah dan pada akhirnya menjadi coklat. Bagian cherry terdiri dari dua bagian biji yang berbentuk oval dan dilapisi oleh kulit ari, yang disatu sisinya bulat cembung dan sisi lainnya bulat cekung dan sedikit kerutan. Bentuk dari biji kopi sangat bergantung kepada jenisnya. Biji kopi Arabica berwarna hijau dengan corak biru dan garis tengahnya berbentuk huruf S, sedangkan biji kopi Robusta berwarna hijau cerah dengan garis tengah lurus.

Bau harum dari secangkir kopi yang kita nikmati berasal dari biji-biji tersebut. Itu sebabnya proses memanen dan lainnya membutuhkan banyak perhatian dan ketelitian.

Jumat, Desember 04, 2009

MINUM KOPI......! BAIK UNTUK TUBUH KITA

“Actually, this seems to be the basic need of the human heart in every great crisis – a good hot cup of coffee” ( Alexander King).

Kopi tetap menjadi sebuah kontroversi ditengah masyarakat kita. Seperti ungkapan filosofi diatas, banyak para ahli kesehatan yang menyatakan bahwa kopi tidak baik bagi tubuh, tetapi sebaliknya banyak juga penelitian para ahli yang mengulas begitu banyaknya manfaat dari kopi. Berikut ini adalah beberapa manfaat kopi yang langsung berhubungan dengan organ tubuh manusia. Semoga bermanfaat.


Bagian Tubuh & Pengaruhnya

Jantung : Memperkuat aliran nadi dan memperbaiki peredaran darah dalam jantung

Paru-Paru : Memperkuat dan memperbesar saluran pernafasan dan peredaran paru-paru

Otot dan Skeleton : Memperkuat kepadatan otot, mengurangi kelelahan dan memperbaiki pergerakan otot.

Sistem Pencernaan : Merangsang dan melancarkan peredaran darah serta melancarkan pencernaan

Hati : Menggerakan produksi empedu dan kepadatan (kandung kemih)

Kelenjar Endokrin : Merangsang produksi kelenjar suprarenal, merangsang fungsi thyroid dan metabolisme

Ginjal : Meningkatkan peredaran darah dalam ginjal, dan berfungsi sebagai diuretik

Apapun kondisi Anda saat ini, sedih, gembira, banyak uang, krisis uang, tetaplah minum secangkir kopi agar Anda tetap sehat dan selalu semangat menjalani hidup. A cup of coffee good for your body.

“Strong coffee, much strong coffee, is what awakens me. Coffee give me warmth, waking, an unusual force and a pain that is not without very great pleasure. I would rather suffer with coffee than be senseless”
(Napoleon Bonaparte, 1769 – 1821)

Senin, Agustus 31, 2009

Secangkir Vietnam Coffee, Kopi Susu ala Dante Coffee



Sudah lama tidak ngopi di luar sekalian ngobrol ngalor ngidul sama teman rasanya mulut ini sudah mulai protes pengen nyicipin rasa kopi yang beda dari Kopi Lintong pemberian dari seorang teman yang tiap malam diminum. Bagi coffee lover, puasa tidak harus berhenti minum kopi. Puasa tidak menjadi halangan untuk tetap menyeruput secangkir kopi atau espresso, hanya waktunya saja yang harus kita sesuaikan. Biasanya setiap pagi minum secangkir black kopi, setelah makan siang secangkir espresso dan sore hari secangkir cappuccino. Tetapi selama bulan puasa aktifitas rutin minum kopi harus diganti disaat sahur atau berbuka atau setelah sholat tarawih.
Semalam saya diajak seorang teman untuk nongkrong di SMS (Summarecon Mall Serpong). Suasana malam Senin yang saya pikir tidak terlalu ramai ternyata jauh dari dugaan saya. Mendarat jam 22.00 WIS (waktu indonesia serpong) di SMS ternyata suasana masih sangat ramai dengan live music yang mantap. Berjalan sambil larak-lirik cari tempat yang tidak terlalu berisik dan nyaman buat ngobrol, pilihan jatuh ke Coffee Bean & Tea Leaf, tetapi apa yang terjadi pada saat kami masuk ke dalam dan ingin order segelas Americano dan Cappuccinno, crew disana dengan wajah sedikit mendung bilang bahwa untuk menu kopi sementara tidak jual karena stock kopi sedang habis. Alamak…, café sekelas Coffee Bean kehabisan stok kopi, alasan yang tidak bisa diterima oleh akal sehat untuk orang awam seperti saya. Akhirnya pilihan terakhir jatuh ke Dante Coffee yang posisinya persis didepan sebelah kanan panggung yang alunan musiknya sangat menghentak dan ini adalah pertama kali saya masuk ke café yang menggunakan mesin kopi fully automatic merk SCS (Swiss Coffee System) tersebut. Dante Coffee setelah saya tahu adalah franchise kedai kopi dari Taiwan. Dengan harga yang kompetitif, menawarkan banyak pilihan untuk minuman panas dan dingin.
Seperti kebiasaan saya, saya akan mencari menu yang belum pernah saya coba dan biasanya adalah menu khusus dari café tersebut. Setelah mencari-cari menu yang ingin dipesan, pilihan saya jatuh kepada Vietnam Coffee dan temannya saya juga sama karena kami berdua belum pernah mencicipi seperti apa rasanya kopi Vietnam. Menunggu beberapa saat datanglah minuman tersebut ke meja kami. Satu cup kopi dan satu cup es batu, sambil saling lihat karena bingung saya coba sruput kopinya, "ehem kopinya lumayan" rasanya seperti black kopi biasa yang belum dicampur gula. Sambil penasaran saya panggil waiternya untuk menanyakan proses pembuatan kopinya. Ternyata mereka pakai Vietnam Drip, sambil berguman “yah kalau kayak gini dikantor gue juga bikin kopi pake ini disamping kopi mesin, dipikir pakai kopi dari Vietnam” dan setelah dikasih tahu, kami berdua senyam-senyum sambil menuangkan es batu kedalam kopinya dan sedikit diaduk, terus diminum lagi, kok ada manisnya, diaduk lagi kok tambah manis, ternyata dibawahnya ada tambahan susu kental manis. "Yah ini namanya es kopi susu" celetuk teman saya sambil tertawa. Akhirnya kami menghabiskan malam di SMS dengan diiringi live music yang asyik bersama kopi susu ala Dante Coffee.

Selasa, Agustus 11, 2009

Mbah Surip, Kopi dan Jantung



Fenomena Mbah Surip dengan lagu "Tak Gendong dan Bangun Tidur" telah membius jutaan orang di Indonesia baik anak-anak, remaja ataupun orang dewasa dan kepergiannya yang dipuncak popularitas seorang artis juga mengejutkan banyak orang. Sebagai orang yang beriman kita berdoa semoga Mbah Surip mendapatkan tempat yang layak disisi Allah SWT. Mbah Surip "I love you full" semasa hidupnya memang seorang yang easy going dan apa adanya sehingga banyak sahabat yang merasa kehilangan. Begitu pula dengan kebiasaan ngopinya yang sangat ruarr biasa, konon hampir 40 gelas kopi sehari dia minum kopi. Jumlah yang sangat 'fenomenal'bagi ukuran orang awam ataupun bagi peminum kopi sekalipun. Bahkan begitu addict nya beliau akan kopi sampai-sampai di lagu 'Bangun Tidur' beliau nyanyikan bahwa untuk resep panjang umur adalah "banyak minum kopi kurangi tidur". Pernah juga wartawan bertanya tentang untuk apa uang dari royalti RBT sekitar 4 milyar dipergunakan, beliau menjawab "saya akan beli kopi 1 milyar, beli gula 1 milyar".


Pernyataan bahwa kopi bisa memperpanjang umur ada benarnya juga, tetapi bukan 40 gelas sehari. Dari sisi kesehatan salah satu penyebab Mbah Surip meninggal adalah beban jantung yang terlalu berat, dan salah satunya adalah dari kafein kopi yang diminum. Terlepas pernyataan tersebut benar atau salah, menurut penelitian, minum kopi 2 sampai 3 gelas sehari malah dianjurkan dan baik untuk kesehatan dan menurut artikel yang pernah saya baca, minum kopi sesudah makan bisa membakar lemak dan menurunkan berat badan alias untuk diet. Manfaat kopi yang lain adalah untuk awet muda karena kandungan antioksidan yang terdapat pada kopi bisa menangkal radikal bebas baik radikal bebas dari luar ataupun dari dalam tubuh, berarti kopi juga bisa mencegah penyakit jantung dan juga mencegah diabetes ataupun penyakit lain yang disebabkan oleh radikal bebas. Berarti Mbah Surip telah meninggalkan "wasiat" untuk kita semua peminum kopi, untuk panjang umur dan awet muda, minumlah kopi tetapi cukup dua sampai tiga gelas sehari. Thanks Mbah Surip semoga selalu damai disana, I Love You Full........

Selasa, Agustus 04, 2009

KOPI, SEBUAH BUDAYA GLOBAL

“Coffee should be black as hell,strong as death, and sweet as love”
Pepatah Turki

Pepatah Turki diatas seolah-olah menyiratkan bahwa tidak ada komoditi makanan di dunia ini yang dapat menimbulkan ikatan emosional yang demikian kuat bagi para penikmatnya, selain kopi. Meskipun dalam hal ini, sebagian berargumentasi bahwa coklatlah yang menempati urutan pertama.
Secangkir kopi yang kita nikmati, sebetulnya telah melewati banyak tahap, seperti pemilihan bibit, penanaman, panen,penyimpanan biji mentah,memanggang atau menyangrai kopi (roasting),cara menyeduh, hingga menghidangkan.

Tahap roasting dilakukan untuk mengeluarkan rasa dan aroma kopi.Di masa lalu digunakan wajan biasa untuk menyangrai kopi, namun saat ini sudah diciptakan mesin khusus yang dilengkapi dengan pengatur waktu untuk mendapatkan hasil roasting yang diinginkan,untuk menjaga konsistensi kualitas, tentunya dibutuhkan keahlian khusus untuk melakukan tahap ini.
Proses roasting sangat berpengaruh terhadap flavour yang dihasilkan.Adapun tingkatan roasting yang dikenal diantaranya Light roast atau disebut juga cinnamon roast dengan karakteristik ringan,sedikit asam,dan tajam;medium roast atau dikenal juga sebagai American roast, karakeristiknya berwarna medium brown, full body dengan flavour yang balanced dan aroma Yyang kompleks;Dark roast atau Italian atau Viennese roast merupakan tingkatan roasting favorit dari banyak produsen dan penggemar specialty coffee, dimana karakteristiknya berwarna chesnut brown dan dikenal seimbang antara sweetness dan sharpness-nya;terakhir adalah Darkest roast atau Espresso atau French roast, dengan karakteristik permukaan biji kopi berminyak (oily surface),flavor tajam dan smoky, namun rasa tajam inilah yang menjadi favorit espresso lovers.Sebagian produsen kopi skala besar (coffee roaster) mencantumkan tingkatan roasting ini pada kemasan produknya.

Selain proses roasting dan grinding (penggilingan), kelezatan secangkir kopi juga dipengaruhi cara menyeduhnya (brewing). Beraneka cara dan peralatan menyeduh kopi dilatarbelakangi budaya terutama di beberapa negara yang banyak penikmat kopinya, baik yang sangat tradisional seperti kopi tubruk yang diseduh dengan menuangkan air panas, Turkish coffee atau yang juga dikenal dengan istilah ibrik, dimana kopi giling direbus sebentar dengan menggunakan sejenis poci yang di design khusus .
Sementara di daratan Eropa kita mengenal peralatan menyeduh kopi yang disebut bialetti yang prinsipnya membuat secangkir kopi melalui bubuk kopi yang diuapi oleh air panas. Selanjutnya ada juga french press dimana bubuk kopi dimasukkan ke dalam gelas yang dilengkapi dengan alat penekan yang berlubang kecil kecil, tuangkan air panas, lalu tekan sehingga ampas kopi terkumpul di dasar gelas tersebut, dan didapatlah minuman kopi diatasnya.

Saat ini metode termodern untuk menikmati kopi adalah dengan menggunkan espresso machine,yang prinsipnya adalah berupa mesin ekstraksi kopi yang diberi tekanan air (water pressure) pada temperatur tertentu hingga menghasilkan espresso dan black coffee murni dengan taste istimewa, tanpa ampas. Dibandingkan dengan metode terdahulu, espresso machine sudah dilengkapi dengan alat pembuat busa susu (milk foam), sehingga minuman kopi yang dihasilkan tidak terbatas hanya regular coffee (black coffee) saja melainkan juga espresso, cappuccino, latte,machiato, moccachino dan lain-lain kreasi minuman berbasis kopi.
Jika sebelumnya hanya di cafe atau coffee shop favorit kita bisa mendapatkan aneka jenis minuman berbasis kopi dengan menggunakan espresso machine, saat in i espresso machine pun ditampilkan dengan design dan spesifikasi yang telah disesuaikan untuk kebutuhan rumah ataupun kantor, tanpa mengesampingkan kualitas minuman kopi yang dihasilkan.
Uji kualitas kopi atau cupping, selalu dilakukan produsen kopi untuk menjaga kualitas. Cupping ini pun bisa juga menjadi acuan para pecinta kopi dalam menentukan kenikmatan dan sensai dari secangkir kopi
Umumnya proses cupping diawali dengan diawali dengan: Fragrance,yaitu mencium bau kopi sebelum diseduh,Aroma mencium bau kopi yang sudah diseduh,Acidity yang lebih mengarah pada sensasi keasaman yang kita rasakan saat meminum tepatnya menghirup atau “slurp” kopi tersebut di lidah dan langit2 mulut,umumnya diparameterkan dengan very flat, very soft,slightly sharp, very sharp and very bright.Selanjutnya adalh Flavor, yang sangat tergantung pada penilaian masing-masing orang, juga dirasakan saat kita “slurp”kopi tersebut, diparameterkan dengan very poor hingga outstanding, berikutnya adalah body yaitu yang dirasakan mulut saat “slurped”imajinasikan seperti saat kita meminum air biasa dengan susu, berdasarkan inilah muncul istilah medium body ataupun full body, dimasing-masing blend biji kopi, penilaian terakhir adalah aftertaste atau rasa yang ditinggalkan , yang kita rasakan setelah meinum kopi tersebut .
Terjawab sudah makna dari pepatah Turki di atas, dimana sejak awal ditemukannya tanaman kopi oleh penggembala kambing di Etiopia pada abad ke 9 hingga kini menempati posisi nomor 2 komoditas terbesar dunia setelah minyak bumi, kopi adalah komoditas unik yang tidak pernah lekang untuk di explore........ (oleh Lasmezi Zamora untuk majalah Luar Biasa edisi July 2009)

Rabu, Mei 27, 2009

GOOD BARISTA MEANS GOOD COFFEE SHOP

Barista yang handal berarti Coffee Shop yang bagus. Itu merupakan ungkapan yang sering kita dengar jika bicara masalah kopi atau barista. Barista adalah seorang yang ahli dalam meracik kopi. Seperti bartender di sebuah bar/cafe, seorang barista merupakan aset yang sangat berharga bagi sebuah coffee shop agar cafe mereka disukai banyak orang karena kualitas minuman kopi yang disajikan.

Dalam filosofi orang Italy mengatakan : ada empat hal rahasia sukses seorang barista yang handal :
- Mani (tangan)
- Macchina (mesin kopi)
- Moca (biji coffee)
- Miscela (cara mencampur)




Berarti seorang Barista harus mempunyai pengetahuan yang baik tentang kopi dan teknik-teknik yang handal dalam meracik kopi, mulai dari persiapan, membuat sampai menghidangkannya.
Jadi "Good Barista means Good Coffee Shop"


KOPI INDONESIA HARUMNYA MENDUNIA

Tak dinyana, kopi menempati posisi kedua komoditi dunia setelah minyak dan gas. Kita sepatutnya berbangga, karena kopi Indonesia memiliki cita rasa khas yang tidak dimiliki oleh negara lain. Meskipun volume ekspor kopi Indonesia berada di urutan ke-4 setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia, masih banyak peluang untuk meningkatkannya, karena tidak ada negara yang memiliki varian produk unggulan sebanyak negeri ini.
Semua berawal pada tahun 1696, ketika untuk kali pertama kopi berjenis Arabika
ditanam di Indonesia. Namun baru pada tahun 1893, dunia mulai mengenal kopi Indonesia, tepatnya saat pemerintah Hindia Belanda berpartisipasi dalam pameran dagang internasional di Chicago, Amerika Serikat. Dalam pameran yang diselenggarakan untuk memperingati 400 tahun pendaratan Columbus di Benua Amerika, pemerintah Hindia Belanda saat itu membuka stand yang bertemakan “Java Village”, di mana mereka
memperkenalkan budaya Jawa seperti gamelan,wayang, dan kain batik. Selain tertarik dengan tema yang ditampilkan, pengunjung yang kebanyakan datang dari penjuru Eropa dan Amerika juga tertarik dengan cita rasa kopi yang disediakan di stand kampung Jawa
tersebut. Bahkan, akibat secangkir kopi yang disediakan, Java Village menjadi salah satu stand yang paling ramai. Alhasil,setelah pameran ini, peminat ”kopi Jawa” pun meningkat.



Berdasarkan catatan dari Ditjen Perdagangan selama April 2006-Maret 2007, total ekspor kopi dari negara produsen di seluruh dunia telah mencapai 5,7 miliar kilogram. Ada pun negara-negara importir kopi terbesar dunia adalah Amerika, Jerman, Jepang, dan Italia. Catatan dari Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian menyatakan bahwa tanaman kopi di Indonesia didominasi oleh jenis Robusta 93%, sisanya Arabika sebanyak 7%. Hingga saat ini Indonesia tetap berupaya meningkatkan produksi jenis Arabika dikarenakan permintaan pasar dunia didominasi oleh Arabika, namun bagi sebagian petani menanam kopi, Arabika bukanlah hal yang mudah, karena
Arabika membutuhkan perawatan yang intensif karena lebih rentan terserang hama, di samping lebih tepat ditanam di daerah pegunungan di atas 1000 meter. Namun yang membanggakan, kebanyakan kopi Arabika asal Indonesia sudah lama menjadi bagian penting untuk segmen pasar Specialty Coffee dunia.
Indonesian Specialty Coffees (berjenis Arabika) yang harumnya sudah mendunia, di antaranya Gayo Coffee yang berasal dari Pegunungan Gayo, Aceh Tengah, Mandheling Coffee dan Lintong Coffee yang berasal dari Pegunungan Bukit Barisan, Sumatera
Utara, Java Coffee dari Pegunungan Ijen-Jawa Barat, Toraja Coffee dan Kalosi
Coffee dari Tana Toraja-Sulawesi Selatan, Bali-Kintamani dari pegunungan
Kintamani-Bali, Flores Coffee berasal dari Kepulauan Flores, Nusa Tenggara Timur.
Sedangkan untuk jenis Robusta yang terbaik umumnya berasal dari Jawa, Lampung, Bali, dan Flores. Berbicara tentang specialty coffee, last but not least…Indonesia memiliki Kopi Luwak, yang diakui sebagai the most exclusive coffee in the world. Sebenarnya kopi ini berasal dari tanaman kopi biasa, namun yang unik adalah buah kopi
yang sudah matang di pohon, dimakan oleh luwak (Paradoxorus hermaproditus) sejenis musang liar, konon luwak ini memiliki sense untuk memilih buah kopi terbaik untuk dimakan. Dikarenakan sistem pencernaan luwak tidak bisa memproses biji kopi yang keras, maka mereka hanya sebatas menikmati kulit luarnya saja, sedangkan biji kopi yang dipercaya telah melalui proses fermentasi sempurna dalam saluran pencernaan luwak tersebut, dikeluarkan melalui kotorannya. Para pecinta kopi luwak mengakui bahwa kopi ini memiliki aroma dan flavor yang excellent, medium body, medium acidity,
dan long aftertaste. Karena tidak mungkin diproduksi massal sementara demand lebih tinggi dari supply, harga kopi luwak pun meroket. Kopi luwak asli Indonesia ini umumnya berasal dari daerah pegunungan Jawa dan Sumatera . Saking populernya, dalam salah satu adegan film Hollywood yaitu “Bucket of List” yang dibintangi oleh aktor terkenal Jack Nicholson dan Morgan Freeman, di mana menjelang ajalnya, tokoh yang
diperankan Freeman, dalam salah satu list permintaannya, adalah meminum kopi luwak.



Begitu banyak cerita di balik nikmat dan harumnya secangkir kopi, salah satu minuman yang paling diminati warga dunia. Berbagai cara menikmatinya dilatarbelakangi oleh culture di masing-masing negara. Salah satu yang paling populer dan menjadi lifestyle warga dunia, adalah Italian-style espresso, yaitu menyajikan kopi dengan menggunakan mesin kopi di mana melalui proses ekstraksi bubuk kopi yang diberikan air panas pada temperatur dan tekanan (pressure) tertentu, sehingga menghasilkan minuman kopi murni dengan crema di atasnya. Selanjutnya dari espresso sebagai bahan utama dan dengan campuran fresh milk, chocolate, ice cream, coffee syrup dan sebagainya, kini berkembang minuman berbasis kopi espresso yang mendunia seperti cappuccino, café latte, macchiato, moccachino dan masih banyak lagi jenis minuman kopi yang semakin akrab di telinga kita. Saatnya kita benar-benar menikmati kopi yang berkualitas, baik biji kopinya maupun media penyajiannya. (oleh : Lasmezi Zamora di publikasikan di Majalah Luar Biasa edisi Juni 2009)

Rabu, April 08, 2009

Saeco Talea Touch "Si Modis yang Gagah"

Pengembangan produk yang terus menerus dilakukan oleh Saeco telah menghasilkan banyak mesin kopi yang fast moving dipasaran. Salah satu yang terkenal adalah Royal Cappuccino atau Royal Professional. Tipe Royal ini merupakan yang paling banyak dipakai untuk cafe atau resto yang sedang atau kecil yang core businessnya bukan di kopi. Inovasi mesin kopi terbaru yang di keluarkan Saeco adalah "Talea Touch". Mesin kopi yang diproyeksikan untuk menggantikan tipe Royal line dipasaran ini memiliki feature dan spesifikasi yang lebih baik dibandingkan pendahulunya dengan teknologi terbaru. Dengan layar sentuh (touch screen)dan icon dilayar yang jelas konsumen dimudahkan dalam pembuatan secangkir kopi yang beraroma strong. Dengan grinder keramik menghasilkan hasil gilingan yang excellent, suaranya lebih halus tidak berisik seperti Royal pendahulunya. Teknologi SBS (Saeco Brewing System) juga menempel pada mesin ramping ini sehingga bagi penggemar kopi yang menginginkan rasa yang lebih kuat (strong) sangat dimanjakan oleh mesin ini.



Mesin super automatic espreso ini dirancang untuk melakukan segala hal, mulai dari grinding, tamping, dan brewing - dari awal hingga selesai tanpa kerumitan. Saeco Talea Touch yang dibuat dengan bahan baku yang berkualitas memang dirancang untuk memudahkan konsumen. Dengan program yang lengkap, Anda akan bisa mensetting seperti apa kopi yang Anda inginkan.
Dengan steam wand yang sudah rapid steam dan memiliki panarello akan memudahkan dalam frothing susu untuk menu cappuccino atau cafelatte, cukup knobnya diputar steamer siap bekerja untuk menghasilkan foam susu yang lembut.
Disamping steam wand (manual), Talea Touch juga memberikan feature tambahan Milk Island, yaitu fasilitas tambahan yang memudahkan Anda dalam membuat foam susu secara otomatis dengan hasil foam yang sangat smooth.

Model Talea yang elegan dirancang khusus oleh BMW Designwork USA untuk Saeco dan merupakan pemenang "Red Dot Award for Design" di Eropa tahun 2007 untuk desain terbaik mesin kopi.

Spesifikasi Umum Talea Touch :
- Display B/W touch screen
- Grinder keramik
- Pengatur quantity kopi tersedia dari 7gr, 8gr dan 9gr
- Kapasitas water tank 1,7 liter
- Kapasitas tempat kopi 300 gr.
- Boiler stainless stell
- Listrik 1500 watt/220-240volt
- Berat 10 kg
- Dimensi 300 x 409 x 368 mm
- Warna silver

Jadi jika Anda ingin memiliki sebuah mesin kopi yang memberikan sentuhan keindahan baik dalam cita rasa kopi dan penampilan, miliki Saeco Talea Touch sebagai teman Anda dalam mengarungi nikmatnya kopi dengan karya masterpiece.