Senin, Agustus 31, 2009

Secangkir Vietnam Coffee, Kopi Susu ala Dante Coffee



Sudah lama tidak ngopi di luar sekalian ngobrol ngalor ngidul sama teman rasanya mulut ini sudah mulai protes pengen nyicipin rasa kopi yang beda dari Kopi Lintong pemberian dari seorang teman yang tiap malam diminum. Bagi coffee lover, puasa tidak harus berhenti minum kopi. Puasa tidak menjadi halangan untuk tetap menyeruput secangkir kopi atau espresso, hanya waktunya saja yang harus kita sesuaikan. Biasanya setiap pagi minum secangkir black kopi, setelah makan siang secangkir espresso dan sore hari secangkir cappuccino. Tetapi selama bulan puasa aktifitas rutin minum kopi harus diganti disaat sahur atau berbuka atau setelah sholat tarawih.
Semalam saya diajak seorang teman untuk nongkrong di SMS (Summarecon Mall Serpong). Suasana malam Senin yang saya pikir tidak terlalu ramai ternyata jauh dari dugaan saya. Mendarat jam 22.00 WIS (waktu indonesia serpong) di SMS ternyata suasana masih sangat ramai dengan live music yang mantap. Berjalan sambil larak-lirik cari tempat yang tidak terlalu berisik dan nyaman buat ngobrol, pilihan jatuh ke Coffee Bean & Tea Leaf, tetapi apa yang terjadi pada saat kami masuk ke dalam dan ingin order segelas Americano dan Cappuccinno, crew disana dengan wajah sedikit mendung bilang bahwa untuk menu kopi sementara tidak jual karena stock kopi sedang habis. Alamak…, café sekelas Coffee Bean kehabisan stok kopi, alasan yang tidak bisa diterima oleh akal sehat untuk orang awam seperti saya. Akhirnya pilihan terakhir jatuh ke Dante Coffee yang posisinya persis didepan sebelah kanan panggung yang alunan musiknya sangat menghentak dan ini adalah pertama kali saya masuk ke café yang menggunakan mesin kopi fully automatic merk SCS (Swiss Coffee System) tersebut. Dante Coffee setelah saya tahu adalah franchise kedai kopi dari Taiwan. Dengan harga yang kompetitif, menawarkan banyak pilihan untuk minuman panas dan dingin.
Seperti kebiasaan saya, saya akan mencari menu yang belum pernah saya coba dan biasanya adalah menu khusus dari café tersebut. Setelah mencari-cari menu yang ingin dipesan, pilihan saya jatuh kepada Vietnam Coffee dan temannya saya juga sama karena kami berdua belum pernah mencicipi seperti apa rasanya kopi Vietnam. Menunggu beberapa saat datanglah minuman tersebut ke meja kami. Satu cup kopi dan satu cup es batu, sambil saling lihat karena bingung saya coba sruput kopinya, "ehem kopinya lumayan" rasanya seperti black kopi biasa yang belum dicampur gula. Sambil penasaran saya panggil waiternya untuk menanyakan proses pembuatan kopinya. Ternyata mereka pakai Vietnam Drip, sambil berguman “yah kalau kayak gini dikantor gue juga bikin kopi pake ini disamping kopi mesin, dipikir pakai kopi dari Vietnam” dan setelah dikasih tahu, kami berdua senyam-senyum sambil menuangkan es batu kedalam kopinya dan sedikit diaduk, terus diminum lagi, kok ada manisnya, diaduk lagi kok tambah manis, ternyata dibawahnya ada tambahan susu kental manis. "Yah ini namanya es kopi susu" celetuk teman saya sambil tertawa. Akhirnya kami menghabiskan malam di SMS dengan diiringi live music yang asyik bersama kopi susu ala Dante Coffee.

Selasa, Agustus 11, 2009

Our Customer


-->
Seiring jalan dalam perjalanan kami "KOPIMESIN" , banyak sudah customer yang sudah bekerjasama dengan kami dan mempercayakan peralatan mesin kopi dan peralatan kafenya kepada kami. Terima kasih yang sangat dalam kami ucapkan atas kepercayaan Bapak/Ibu kepada kami.
-          CJ Indonesia – Jakarta
-->-          Tous les Jours Bakery - Jakarta  
-          BANK bjb – Kantor  Pusat Bandung
-          PT. Vadhana International - Jakarta
-          PT. Indonesia Epson Industry - Cikarang
-          PT. Orindo Alam Ayu (Oriflame) - Jakarta
-          PT. Asuransi Tugu Pratama - Jakarta
-          PT. Elken Indonesia - Jakarta
-          PT. Worley Parsons Indonesia - Jakarta
-          PT. Mardohar Tunggal Gaya - Jakarta
-          PT. Karinda - Jakarta
-          PT. Anugrah Group International - Jakarta
-          PT. Opus Finance - Jakarta
-          PT. Sebuku Iron - Jakarta
-          PT. Pangansari Utama - Jakarta
-          DHV - Jakarta
-          PT. Megalopolis Manunggal (MM2000) - Cibitung
-          PT. Tide Watermarine International - Jakarta
-          Hotel Safari Garden – Puncak Bogor
-          The Banten Beach Resort – Anyer Banten
-          Traveller Krakatao Nirwana Resort – Kalianda Lampung
-          Greek Coffee & Chocolate - Cilacap
-          Wantoe Resto (Mall Ambassador) - Jakarta
-          Omah Dhuwur Café – Jogjakarta
-          Omahku Café – Jogjakarta
-          Scherz Coffee – Jogjakarta
-          Roemah Kopi – Pamulang, Tangerang Selatan
-          Bread Brother Café – Tanah Grogot, Kaltim
-          Ya Udah Bistro - Jakarta
-          Kenari Billiard - Jakarta
-          Rajabegor Restoran - Jakarta
-          Bengkulen Coffeeshop – Kota Wisata Cibubur
-          Bonus Café – Surabaya
-          Café Nuno’s – Padang
-          Café Dibatas Kota – Takengon, Aceh
-          Spot Coffee – Pasaraya Sriratu Semarang & Pekalongan
-          Café Avana – Apartemen Nirvana Kemang, Jakarta
-          D’tones Karaoke – Summarecon Gading Serpong
-          Toko Hongkong – Balikpapan
-          Kueku – Jakarta
       PT. Nindya Karya, Jakarta
       Honda Union, Jakarta
       OCBC NISP, Kantor Pusat OCBC NISP Tower
       Berita Satu
       PT. Daya Maha Berkarya - Jakarta
       PT. Cipta Kreasi Dinamika - Bekasi
       PT. Zurich Insurance Indonesia
       UD. Berkat Jaya - Balikpapan
       PT. Aprisma Indonesia - Jakarta
       PT. Sinar Mas Land - BSD, Serpong
-        Dan customer perorangan yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, terima kasih atas kepercayaan Bapak/Ibu.



Selasa, Agustus 04, 2009

KOPI, SEBUAH BUDAYA GLOBAL



“Coffee should be black as hell,strong as death, and sweet as love”
Pepatah Turki

Pepatah Turki diatas seolah-olah menyiratkan bahwa tidak ada komoditi makanan di dunia ini yang dapat menimbulkan ikatan emosional yang demikian kuat bagi para penikmatnya, selain kopi. Meskipun dalam hal ini, sebagian berargumentasi bahwa coklatlah yang menempati urutan pertama.
Secangkir kopi yang kita nikmati, sebetulnya telah melewati banyak tahap, seperti pemilihan bibit, penanaman, panen,penyimpanan biji mentah,memanggang atau menyangrai kopi (roasting),cara menyeduh, hingga menghidangkan.
Tahap roasting dilakukan untuk mengeluarkan rasa dan aroma kopi.Di masa lalu digunakan wajan biasa untuk menyangrai kopi, namun saat ini sudah diciptakan mesin khusus yang dilengkapi dengan pengatur waktu untuk mendapatkan hasil roasting yang diinginkan,untuk menjaga konsistensi kualitas, tentunya dibutuhkan keahlian khusus untuk melakukan tahap ini.
Proses roasting sangat berpengaruh terhadap flavour yang dihasilkan.Adapun tingkatan roasting yang dikenal diantaranya Light roast atau disebut juga cinnamon roast dengan karakteristik ringan,sedikit asam,dan tajam;medium roast atau dikenal juga sebagai American roast, karakeristiknya berwarna medium brown, full body dengan flavour yang balanced dan aroma Yyang kompleks;Dark roast atau Italian atau Viennese roast merupakan tingkatan roasting favorit dari banyak produsen dan penggemar specialty coffee, dimana karakteristiknya berwarna chesnut brown dan dikenal seimbang antara sweetness dan sharpness-nya;terakhir adalah Darkest roast atau Espresso atau French roast, dengan karakteristik permukaan biji kopi berminyak (oily surface),flavor tajam dan smoky, namun rasa tajam inilah yang menjadi favorit espresso lovers.Sebagian produsen kopi skala besar (coffee roaster) mencantumkan tingkatan roasting ini pada kemasan produknya.


Selain proses roasting dan grinding (penggilingan), kelezatan secangkir kopi juga dipengaruhi cara menyeduhnya (brewing). Beraneka cara dan peralatan menyeduh kopi dilatarbelakangi budaya terutama di beberapa negara yang banyak penikmat kopinya, baik yang sangat tradisional seperti kopi tubruk yang diseduh dengan menuangkan air panas, Turkish coffee atau yang juga dikenal dengan istilah ibrik, dimana kopi giling direbus sebentar dengan menggunakan sejenis poci yang di design khusus .
Sementara di daratan Eropa kita mengenal peralatan menyeduh kopi yang disebut bialetti yang prinsipnya membuat secangkir kopi melalui bubuk kopi yang diuapi oleh air panas. Selanjutnya ada juga french press dimana bubuk kopi dimasukkan ke dalam gelas yang dilengkapi dengan alat penekan yang berlubang kecil kecil, tuangkan air panas, lalu tekan sehingga ampas kopi terkumpul di dasar gelas tersebut, dan didapatlah minuman kopi diatasnya.

Saat ini metode termodern untuk menikmati kopi adalah dengan menggunkan espresso machine,yang prinsipnya adalah berupa mesin ekstraksi kopi yang diberi tekanan air (water pressure) pada temperatur tertentu hingga menghasilkan espresso dan black coffee murni dengan taste istimewa, tanpa ampas. Dibandingkan dengan metode terdahulu, espresso machine sudah dilengkapi dengan alat pembuat busa susu (milk foam), sehingga minuman kopi yang dihasilkan tidak terbatas hanya regular coffee (black coffee) saja melainkan juga espresso, cappuccino, latte,machiato, moccachino dan lain-lain kreasi minuman berbasis kopi.
Jika sebelumnya hanya di cafe atau coffee shop favorit kita bisa mendapatkan aneka jenis minuman berbasis kopi dengan menggunakan espresso machine, saat in i espresso machine pun ditampilkan dengan design dan spesifikasi yang telah disesuaikan untuk kebutuhan rumah ataupun kantor, tanpa mengesampingkan kualitas minuman kopi yang dihasilkan.
Uji kualitas kopi atau cupping, selalu dilakukan produsen kopi untuk menjaga kualitas. Cupping ini pun bisa juga menjadi acuan para pecinta kopi dalam menentukan kenikmatan dan sensai dari secangkir kopi
Umumnya proses cupping diawali dengan diawali dengan: Fragrance,yaitu mencium bau kopi sebelum diseduh,Aroma mencium bau kopi yang sudah diseduh,Acidity yang lebih mengarah pada sensasi keasaman yang kita rasakan saat meminum tepatnya menghirup atau “slurp” kopi tersebut di lidah dan langit2 mulut,umumnya diparameterkan dengan very flat, very soft,slightly sharp, very sharp and very bright.Selanjutnya adalh Flavor, yang sangat tergantung pada penilaian masing-masing orang, juga dirasakan saat kita “slurp”kopi tersebut, diparameterkan dengan very poor hingga outstanding, berikutnya adalah body yaitu yang dirasakan mulut saat “slurped”imajinasikan seperti saat kita meminum air biasa dengan susu, berdasarkan inilah muncul istilah medium body ataupun full body, dimasing-masing blend biji kopi, penilaian terakhir adalah aftertaste atau rasa yang ditinggalkan , yang kita rasakan setelah meinum kopi tersebut .
Terjawab sudah makna dari pepatah Turki di atas, dimana sejak awal ditemukannya tanaman kopi oleh penggembala kambing di Etiopia pada abad ke 9 hingga kini menempati posisi nomor 2 komoditas terbesar dunia setelah minyak bumi, kopi adalah komoditas unik yang tidak pernah lekang untuk di explore........ (oleh Lasmezi Zamora untuk majalah Luar Biasa edisi July 2009)